Mengenal Siklus DMAIC pada Six Sigma
Di sebuah fasilitas industri, mesin berputar tanpa henti, menjadi tulang punggung produksi. Namun, setiap kali satu mesin berhenti tanpa direncanakan, bukan hanya produksi yang terganggu—kepercayaan pelanggan pun bisa goyah. Pertanyaannya: bagaimana memastikan mesin tetap andal, dan gangguan bisa ditekan seminimal mungkin? Di sinilah Six Sigma masuk. Dengan sebuah pendekatan sistematis, Six Sigma dapat membantu untuk mengurangi variasi, memperbaiki kualitas, dan menjaga keandalan aset. Six Sigma mengajarkan bahwa setiap kerusakan adalah data , bukan sekadar masalah. Data itu bisa dianalisis, dipahami, lalu dijadikan dasar untuk perbaikan berkelanjutan. Metode Six Sigma diterapkan dengan mengikuti siklus DMAIC : Define – Menentukan masalah yang paling kritis, misalnya downtime tinggi pada mesin kompresor. Measure – Mengukur indikator seperti MTBF (Mean Time Between Failures) dan MTTR (Mean Time to Repair). Analyze – Menelusuri akar penyebab dengan alat seperti FMEA atau Pareto Chart...
.jpg)
.jpg)
.jpg)