Bahaya Abu Vulkanik untuk Penerbangan: Mengingat Kembali Insiden British Airways Flight 9
Penutupan sementara Bandara Internasional Soekarno-Hatta akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau bukan keputusan yang dibuat sembarangan. Bagi sebagian orang, langkah ini mungkin terasa berlebihan — toh pesawat modern dirancang untuk menembus cuaca buruk, badai, bahkan turbulensi ekstrem. Namun, abu vulkanik adalah musuh yang berbeda. Abu vulkanik tidak terlihat jelas di radar cuaca, tidak terasa seperti guncangan badai, namun mampu melumpuhkan empat mesin jet sekaligus dalam waktu yang singkat. Sejarah penerbangan sudah pernah membuktikan itu, dan pelajarannya datang langsung dari langit di atas Indonesia. Bahaya Abu Vulkanik untuk Penerbangan Latar Belakang: Erupsi Anak Krakatau yang Melumpuhkan Bandara Internasional Soekarno-Hatta Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda kembali aktif meletus sejak 2 Juli 2026, dengan aktivitas yang terus meningkat hingga mencapai puncaknya pada malam 4 September menuju dini hari 5 September 2026. Badan Geologi/PVMBG mencatat rangkaian letusan sejak Jumat...
.jpg)
.jpg)
.jpg)