Mengenal Failure Mode and Effects Analysis (FMEA)
Bayangkan sebuah pabrik dengan ratusan mesin berputar setiap hari. Setiap mesin memiliki potensi kegagalan—entah itu bearing aus, motor overheating, atau sistem kontrol yang tidak responsif. Tanpa pendekatan sistematis, tim maintenance hanya akan bereaksi setelah kerusakan terjadi. Di sinilah Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) hadir sebagai “peta risiko” yang membantu tim melihat potensi masalah sebelum benar-benar terjadi. FMEA dalam Maintenance Dalam pemeliharaan, FMEA digunakan untuk: Mengidentifikasi mode kegagalan pada komponen mesin (misalnya: pompa bocor, belt putus, sensor rusak). Menilai dampak kegagalan terhadap operasi (apakah hanya mengurangi efisiensi, atau bisa menghentikan seluruh produksi). Menghitung Risk Priority Number (RPN) berdasarkan keparahan (Severity), frekuensi (Occurrence), dan kemampuan deteksi (Detection). Hasil analisis ini membantu tim maintenance menentukan prioritas perawatan : komponen dengan RPN tinggi harus segera mendapat perhatian, baik me...
.jpg)
.jpg)
.jpg)