Selamat Hari Raya Idul Adha 1445H
Selamat Hari Raya Idul Adha 1445H
Kunci Jawaban TTS Asah Otakmu Indoesia Kunci Jawaban Tatarucingan Sunda Kunci Jawaban Tebak Siapakah Aku Kunci Jawaban Tebak Gambar Komplit (Jams Studio) Kunci Jawaban Tebak-tebakan 2020 - Tebak Kata (Jams Studio) Kunci Jawaban Asah Otak Tebak Siapa Aku (KeySurya)
Kunci Jawaban TTS Asah Otakmu Indoesia Kunci Jawaban Tatarucingan Sunda Kunci Jawaban Tebak Siapakah Aku Kunci Jawaban Tebak Gambar Komplit (Jams Studio) Kunci Jawaban Tebak-tebakan 2020 - Tebak Kata (Jams Studio) Kunci Jawaban Asah Otak Tebak Siapa Aku (KeySurya)

Masalah Foot Valve/Foot Klep/Tusen Klep pada Sumur Pompa

Apakah Anda menggunakan sumur pompa untuk memenuhi kebutuhan air di rumah atau tempat usaha Anda? Ataukah Anda sedang menimbang-nimbang untung rugi dalam menggunakan sumur pompa dibandingkan alternatif cara penyediaan air lainnya. 

Pada dasarnya, apabila dibuat dengan baik dan ditunjang oleh kualitas air yang tidak merusak pompa,  maka sistem sumur pompa dapat bertahan sampai bertahun-tahun tanpa perlu pemeliharaan atau perbaikan yang rumit. 

Walaupun begitu, ada sejumlah masalah yang sering terjadi pada pengguna sumur pompa, di antaranya adalah masalah pada Foot Valve/Foot Klep/Tusen Klep.

Masalah pada Foot Valve/Foot Klep/Tusen Klep

Foot Valve diterjemahkan secara langsung oleh Google Translate sebagai "Katup Kaki". Katup ini ditempatkan pada "kaki" dari pipa penghisap air yang terletak di dasar sumur seperti terlihat dalam illustrasi di bawah untuk dua jenis sumur yang biasa digunakan di perumahan.

Shallow well alias sumur dangkal adalah sumur dengan kedalaman tidak lebih dari 15 meter. Salah satu ciri dari sumur dangkal adalah tidak adanya pipa kedua yang menembus ke dalam tanah yang berfungsi sebagai "Jet Ejector"

Deep well alias sumur dalam adalah sumur dengan kedalaman lebih dari 15 meter. Pompa yang digunakan untuk sumur jenis ini lazim dikenal sebagai Jet Pump yang memiliki ciri adanya sambungan pipa kedua yang menembus tanah dan difungsikan sebagai jet ejector.

Sumber: https://diy.stackexchange.com

Baik pada sumur dangkal maupun dalam, foot valve terletak di bagian paling bawah pipa penyedot yang berhadapan langsung dengan permukaan air yang akan disedot. Fungsi dari foot valve adalah untuk menahan air yang tersimpan di dalam pipa agar tidak balik lagi ke dalam tanah. Fungsi ini diperlukan agar pipa tidak berada dalam keadaan vakum alias kosong ketika pompa dimatikan. 

Kekosongan air pada pipa mengakibatkan pompa kesulitan dalam melakukan penyedotan apabila dinyalakan. Dengan demikian, fungsi foot valve ini sangat krusial. Kebocoran sedikit saja pada foot valve mengakibatkan air di dalam pipa turun ketika pompa dimatikan. Untuk itu, pastikan untuk menggunakan foot valve yang kuat dan berkualitas. Ongkos terbesar dalam perbaikan foot valve lebih pada jasa untuk mengangkat pipa air untuk sekedar memperbaiki foot valve di kaki pipa. Makin dalam sumur pompa, makin mahal ongkos untuk mengangkat pipa air tersebut.  

Selain kualitas foot valve, pastikan tukang pompa Anda untuk memposisikan foot valve sekitar 50cm dari dasar sumur. Tujuannya agar foot valve tidak tersumbat oleh lumpur atau kotoran lainnya dari dasar sumur yang dapat mengurangi efektivitas foot valve dalam menahan air yang keluar dari pipa.

Berdasarkan pengamatan penulis, masalah ini adalah masalah yang sering terjadi pada sumur pompa yang masih baru. Selain karena kualitas foot valve atau konstruksi sumur yang kurang baik (foot valve menempel pada dasar sumur), seringkali juga disebabkan karena kualitas air yang masih kurang baik. Oleh karena itu, pastikan untuk memperoleh garansi dari jasa pembuatan sumur pompa yang Anda gunakan, sedikitnya selama 1-2 minggu. Di masa garansi tersebut, gunakan sumur pompa sesering mungkin agar masalah-masalahnya dapat terlihat seawal mungkin sehingga Anda dapat mengklaim garansinya. 

Semoga bermanfaat!


(Sekian)

Postingan Terbaru


Komentar

Rekomendasi