Selamat Hari Raya Idul Adha 1445H
Selamat Hari Raya Idul Adha 1445H
Kunci Jawaban TTS Asah Otakmu Indoesia Kunci Jawaban Tatarucingan Sunda Kunci Jawaban Tebak Siapakah Aku Kunci Jawaban Tebak Gambar Komplit (Jams Studio) Kunci Jawaban Tebak-tebakan 2020 - Tebak Kata (Jams Studio) Kunci Jawaban Asah Otak Tebak Siapa Aku (KeySurya)
Kunci Jawaban TTS Asah Otakmu Indoesia Kunci Jawaban Tatarucingan Sunda Kunci Jawaban Tebak Siapakah Aku Kunci Jawaban Tebak Gambar Komplit (Jams Studio) Kunci Jawaban Tebak-tebakan 2020 - Tebak Kata (Jams Studio) Kunci Jawaban Asah Otak Tebak Siapa Aku (KeySurya)

Tanaman Calathea untuk Mengurangi CO2


Tanaman Calathea untuk Mengurangi CO2
Calathea (sumber: realhomes)


Calathea atau dikenal juga sebagai prayer plant adalah salah satu tanaman hias favorit yang sering menghiasi sudut-sudut ruangan baik di rumah maupun perkantoran. Tanaman ini dikenal dengan daunnya yang bermotif indah dan tidak memerlukan banyak cahaya untuk pertumbuhannya. Hal ini menjadikan Calathea sebagai salah satu alternatif tanaman hias di dalam ruangan. 

Manfaat Calathea

Selain keindahan motif-motif daunnya, Calathea dikenal sebagai salah satu tanaman yang dapat membantu mengurangi kadar karbondioksida (CO2) di dalam ruangan. Seperti dikutip dari realhomes.comCalathea dapat membantu menyerap karbondioksida di dalam ruangan sebesar 14% atau sekitar 0.0003kg/m3 dalam 24 jam (dalam sumber lain dituliskan 0.000267kg/m3). Perlu diperhatikan bahwa angka ini adalah rata-rata dalam 24 jam karena tanaman selain menyerap karbondioksida untuk proses fotosintesis juga menyerap oksigen dan menghasilkan karbondioksida dalam proses respirasi yang diperlukan untuk pertumbuhan tanaman itu sendiri. 

Berapa Kadar CO2 yang aman?

Seperti dilansir dalam kane.co.uk, kadar CO2 di atas 1000ppm akan mengakibatkan sejumlah keluhan seperti rasa kelelahan/kantuk (drowsiness/sleepines), sakit kepala (headaches), hilangnya konsentrasi, dan bahkan kekurangan oksigen serius yang bisa berdampak pada kerusakan otak secara permanen bahkan kematian.
  • 250-400ppm: normal background concentration in outdoor ambient air
  • 400-1,000ppm: concentrations typical of occupied indoor spaces with good air exchange
  • 1,000-2,000ppm: complaints of drowsiness and poor air
  • 2,000-5,000 ppm: headaches, sleepiness and stagnant, stale, stuffy air. Poor concentration, loss of attention, increased heart rate and slight nausea may also be present.
  • 5,000ppm: workplace exposure limit (as 8-hour TWA) in most jurisdictions
  • >40,000 ppm: exposure may lead to serious oxygen deprivation resulting in permanent brain damage, coma, even death
Anda tentu pernah berada di dalam suatu ruangan konferensi/rapat yang penuh dengan orang dan merasakan kantuk yang tak tertahankan walaupun pembicara dalam konferensi tersebut menyampaikan topik-topik menarik? Hati-hati, hal ini mungkin pertanda kadar karbondioksida di sekitar Anda terlalu tinggi sehingga otak Anda kekurangan yang menimbulkan rasa kantuk yang tak tertahankan (drowsiness/sleepines). 

Bagaimana Mengurangi Kadar CO2 dalam Ruangan?

Untuk mengurangi kadar CO2 dalam ruangan, hal terpenting yang harus dilakukan adalah membuat sirkulasi udara ruangan sebaik mungkin. Tentunya, hal ini mengasumsikan udara di luar ruangan memiliki kualitas yang lebih baik daripada di dalam ruangan. 

Calathea dan beberapa tanaman hias lainnya dapat membantu mengurangi kadar karbondioksida di dalam ruangan tetapi bukan cara paling utama untuk memperbaiki kualitas udara di dalam ruangan. Memastikan sirkulasi udara yang baik tetaplah cara utama yang perlu dilakukan untuk memperbaiki kualitas udara di dalam ruangan. 

Seberapa Banyak CO2 dapat diserap oleh Calathea?

Seperti dijelaskan di atas, Calathea dapat mengurangi kadar karbondioksida hingga 0.0003kg/m3 di dalam ruangan selama 24 jam atau setara 0.3ppm dalam 24 jam. Dengan demikian, apabila rumah yang Anda tempati memiliki sirkulasi udara yang kurang baik sehingga kadar CO2 berada 1ppm saja di atas batas normal, maka diperlukan 1/0.3 tanaman Calathea atau sekitar 3-4 tanaman Calathea per m3 untuk mengurangi kadar CO2 hingga turun ke dalam batas normal.

Seberapa Banyak CO2 di Rumah Saya?

Pertanyaan ini sangat sulit dijawab, karena tergantung pada banyak parameter seperti berapa orang yang berada di dalam rumah, bagaimana sirkulasi udara di dalam rumah, apakah ada benda-benda lain yang menghasilkan CO2 dalam rumah, bagaimana kondisi udara di sekitar rumah, dan lain sebagainya. 

Sebut saja Anda tinggal di dalam ruangan dengan volume 180m3 bersama dengan 4 orang lainnya sehingga total ada 5 orang di dalam rumah. Apabila seluruh udara di dalam rumah bisa tergantikan seluruhnya (bersirkulasi) sebanyak 1 kali dalam waktu 1 jam, maka dalam 24 jam akan terakumulasi CO2 sebanyak 1789ppm. Anda dapat mencoba sendiri melakukan penghitungan dengan menggunakan tools dari engineering toolbox

Dengan CO2 sebanyak ini (1789ppm) yang terakumulasi dalam 24 jam maka Anda akan merasakan salah satu dari gejala yang disebutkan di atas: complaints of drowsiness and poor air.

Untuk mengembalikan kadar CO2 dalam zona aman (1000ppm), maka Anda tidak dapat mengandalkan Calathea saja karena diperlukan ribuan Calathea yang mustahil dapat ditempatkan dalam ruangan tersebut. Untuk mengembalikan kadar CO2 ke dalam zona aman, Anda harus menggantikan seluruh udara di dalam ruangan bukan hanya 1 jam sekali tetapi hingga 7 kali dalam 1 jam. Dengan mensirkulasikan seluruh udara di dalam ruangan hingga 3 kali dalam 1 jam (udara berganti seluruhnya 20 menit), maka kadar CO2 dalam 24 jam dapat berkurang hingga 863ppm.

Dengan demikian, kunci untuk mengurangi kadar CO2 di dalam ruangan bukan pada Calathea tetapi pada sirkulasi udara yang baik. Tanaman Calathea dapat membantu meningkatkan kualitas udara tetapi tidak dapat menggantikan sirkulasi udara yang baik! 

Apakah Hanya Calathea?

Tentu saja tidak! Berdasarkan informasi yang dilansir dalam saveenergy.com, selain Calathea ada sejumlah tanaman hias lain yang dapat membantu menyerap karbondioksida dalam ruangan seperti tertera dalam tabel di bawah.

Sumber: SaveEnergy


Perlu diperhatikan bahwa angka yang tertera adalah rata-rata dalam 24 jam. Seperti kita ketahui bahwa selain proses fotosintesis, tanaman melakukan proses respirasi yang menyerap oksigen dan mengeluarkan karbondioksida. Dalam periode tertentu, ketika tanaman tidak dapat berfotosintesis karena minimnya cahaya yang  diperlukan untuk proses tersebut, maka tanaman hanya berespirasi dan menghasilkan karbondioksida daripada menyerap karbondioksida di sekitarnya. 

Hindari juga menempatkan beberapa tanaman yang menyerap karbondioksida sangat sedikit, seperti spider plant, di dalam ruangan. Alih-alih mengurangi karbondioksida, tanaman tersebut malah menambahkan kadar karbondioksida di dalam ruangan. Dari tabel di atas, pilihlah 5 tanaman pertama (prayer plant sampai anthurium) yang mampu menukar karbondioksida sebanyak 0.2-0.3ppm dalam 24 jam  untuk ditempatkan di dalam ruangan. 

Beri Penerangan, Air, dan Nutrisi yang Cukup

Beri penerangan alami sebesar 300-700 lux (1 lux = 1 lumen/meter persegi) agar tanaman dapat menjalankan proses fotosintesis sehingga karbondioksida yang diperlukan dalam proses tersebut dapat diserap oleh tanaman. Tingkat penerangan 300-700 lux kurang lebih setara (tapi tidak dapat digantikan) dengan lampu LED 6-10 Watt. Apabila ruangan tidak terkena cahaya matahari di siang hari, Anda dapat menggunakan lampu full spectrum yang dirancang khusus untuk memberikan spektrum cahaya yang diperlukan untuk proses fotosintesis tanaman.

Pada dasarnya, semakin kuat penyinaran (semakin tinggi lux), maka proses fotosintesis akan berjalan dengan lebih optimal dan jumlah karbondioksida yang diserap akan lebih banyak. Walaupun begitu, beberapa tanaman sangat sensitif pada pencahayaan yang terlalu tinggi sehingga daunnya akan menjadi keriting dan mati. Berilah pencahayaan yang secukupnya.

Jangan lupa, selain karbondioksida dan pencahayaan yang cukup; tanaman juga memerlukan air dan nutrisi yang memadai agar proses fotosintesis dapat berjalan  dengan baik.

Semoga bermanfaat!

(Sekian)

Postingan Terbaru


Komentar

  1. Wow, thanks for sharing your thoughts about Tanaman Calathea. In any case, I found this article to be quite intriguing. When I am now obtaining online assignment writing service information. It's really interesting to me, but it's also incredibly informative for me and my friends, and I'll absolutely pass it on to them.
    Thank you for sharing it with us.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi Helena, thanks for visiting our blog. Feel free to put your advertisement here.

      Hapus

Posting Komentar

Rekomendasi