Selamat Hari Raya Idul Adha 1445H
Selamat Hari Raya Idul Adha 1445H
Kunci Jawaban TTS Asah Otakmu Indoesia Kunci Jawaban Tatarucingan Sunda Kunci Jawaban Tebak Siapakah Aku Kunci Jawaban Tebak Gambar Komplit (Jams Studio) Kunci Jawaban Tebak-tebakan 2020 - Tebak Kata (Jams Studio) Kunci Jawaban Asah Otak Tebak Siapa Aku (KeySurya)
Kunci Jawaban TTS Asah Otakmu Indoesia Kunci Jawaban Tatarucingan Sunda Kunci Jawaban Tebak Siapakah Aku Kunci Jawaban Tebak Gambar Komplit (Jams Studio) Kunci Jawaban Tebak-tebakan 2020 - Tebak Kata (Jams Studio) Kunci Jawaban Asah Otak Tebak Siapa Aku (KeySurya)

Apakah Efek Rumah Kaca Itu?

Anda tentu sering mendengar istilah "efek rumah kaca" atau greenhouse effect. Namun demikian, apakah Anda sudah mengetahui manfaat dan bahaya efek rumah kaca tersebut? 

Rumah Kaca

Istilah rumah kaca diambil dari bangunan dengan dinding dan atap kaca yang digunakan oleh para petani di negara-negara dengan empat musim (sub-tropik) untuk "menangkap" panas matahari di siang hari sehingga terperangkap di dalam bangunan. Tujuannya agar udara di dalam bangunan kaca tersebut senantiasa hangat sehingga tanaman dapat tumbuh normal walaupun di musim dingin. Demikian juga para petani dapat melakukan kegiatan bercocok tanam secara normal di musim dingin.

Gas Rumah Kaca

Efek rumah kaca menggambarkan pemanasan permukaan bumi akibat adanya "perangkap" panas super besar yang berasal dari gas-gas yang berada di atmosfer Bumi. Gas-gas tersebut membuat efek yang sama seperti kaca yaitu menahan panas matahari tetap berada di permukaan bumi dan tidak dipantulkan ke luar atmosfer Bumi. 

Apakah Itu Efek Rumah Kaca?
Efek Rumah Kaca (sumber:  Kementerian LHK RI)

Ada beberapa gas di atmosfer yang memiliki efek seperti kaca yaitu: 

  • Karbondioksida (CO2),
  • Nitrogen Oksida (N2O)
  • Metana (CH4),
  • Freon (SF6, HFC dan PFC).

Gas-gas tersebut biasanya disebut sebagai "Gas Rumah Kaca".  

Efek Rumah Kaca

Tanpa gas rumah kaca, Bumi akan terasa sangat dingin dan mungkin tidak dapat dihuni oleh makhluk hidup. Hal ini disebabkan karena energi panas matahari yang menyinari Bumi akan terpantul begitu saja keluar atmosfer Bumi tanpa tertahan oleh gas rumah kaca.   

Sebaliknya, apabila kandungan salah satu atau semua jenis gas rumah kaca terlampau banyak, maka energi panas matahari yang terperangkap di Bumi akan menjadi terlalu banyak sehingga membuat Bumi semakin panas.

Emisi Karbon

Salah satu gas rumah kaca yang populer adalah karbondioksida alias CO2. Gas karbondioksida banyak dihasilkan dari gas buang (emisi) yang merupakan hasil pembakaran untuk menggerakkan mesin-mesin kendaraan dan industri. 

Selain itu, karbondioksida di alam juga dihasilkan dalam proses respirasi tumbuhan di malam hari. Seperti kita ketahui, tumbuhan melakukan proses fotosintesis untuk membuat cadangan makanan di siang hari dengan memanfaatkan cahaya matahari dan karbondioksida di alam. Sebaliknya pada malam hari, tumbuhan akan mengambil oksigen di alam untuk membakar cadangan makanan dan melepaskan CO2 ke udara. 

Walaupun begitu, tidak seperti halnya mesin-mesin kendaraan atau industri, tumbuhan tidak membuang karbondioksida sebanyak ia mengambilnya di siang hari. Dengan demikian, keberadaan tumbuhan bukan hanya meningkatkan kadar oksigen di siang hari, tetapi juga membantu untuk mengurangi total kandungan gas karbondioksida di udara. 

Apakah itu Efek Rumah Kaca?

Grafik di atas menunjukkan peningkatan kadar emisi CO2 dari waktu ke waktu pada beberapa wilayah di dunia. Dari grafik tersebut, terlihat bahwa peningkatan kadar emisi CO2 di Eropa mengalami peningkatan yang signifikan sejak diperkenalkannya mesin-mesin yang dapat membuat produk secara massal pada era Industri 2.0. Selanjutnya, peningkatan emisi karbon juga terjadi di Amerika Serikat dan hampir di seluruh dunia pada 1950-2017. 


Apakah Itu Efek Rumah Kaca?
Revolusi Industri

Perubahan Iklim

Meskipun bermanfaat untuk menjaga Bumi tetap hangat agar dapat dihuni makhluk hidup, kadar gas rumah kaca yang terlalu tinggi justru dapat membuat Bumi menjadi panas dan memicu perubahan iklim secara global. 

Bencana alam terkait perubahan iklim ini makin sering terjadi belakangan ini, misalnya amukan topan, badai, hujan deras, atau bahkan kekeringan berkepanjangan. Bencana alam akibat perubahan iklim ini terjadi hampir di seluruh dunia dan menimpa baik negara maju maupun berkembang. 

Apa yang bisa Saya perbuat? 

Ada banyak hal yang dapat Anda lakukan untuk membantu mengurangi efek rumah kaca baik secara langsung maupun tidak langsung. Berikut ini adalah hal-hal sederhana yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi efek rumah kaca yang berdampak mengerikan bagi Bumi dan seluruh makhluk hidup. 

Menghemat Listrik

Penghematan listrik, apabila dilakukan secara kolektif oleh semua orang, dapat mengurangi jumlah BBM yang harus dibakar oleh pembangkit tenaga listrik. Pembangkit-pembangkit tenaga listrik yang ada pada saat ini kebanyakan masih menggunakan minyak bumi, gas bumi, maupun batu bara.

Penghijauan  

Walaupun berkontribusi dalam menghasilkan emisi karbon pada malam hari, tanaman hijau memberikan sumbangsih yang jauh lebih besar dalam menyerap karbondioksida pada siang hari dalam proses fotosintesis. Dalam proses fotosintesis, tumbuhan akan menyerap karbondioksida dan mengubahnya menjadi zat tepung/makanan dengan bantuan cahaya matahari dan air. Sebagai bonus, tumbuhan juga melepaskan oksigen ke udara sehingga kadar oksigen akan meningkat dan membuat udara menjadi lebih segar.  

Menggunakan Kendaraan Umum atau Ramah Lingkungan

Untuk bepergian dalam jarak dekat, misalnya ke minimarket, cobalah untuk tidak membawa kendaraan seperti mobil atau motor. Berjalan kaki atau bersepeda dapat menjadi pilihan untuk membantu mengurangi emisi karbon, mengurangi belanja BBM, dan juga membuat badan menjadi bugar. 

Menggunakan Tas Belanja 

Selain dapat mencemari lingkungan, penggunaan plastik yang berlebihan dapat meningkatkan kadar emisi karbon. Untuk setiap tas plastik yang lazimnya hanya dipakai sekali saja, mesin-mesin di pabrik pembuatan plastik harus bekerja untuk mengikuti kebutuhan tas plastik di pasaran. Mesin-mesin tersebut tentunya menggunakan BBM yang gas buangnya dapat meningkatkan emisi karbon. Penggunaan tas belanja dapat membantu mengurangi kebutuhan tas plastik sehingga pabrik-pabrik tidak perlu membuat tas plastik yang hanya digunakan sekali saja. 

Hal ini tentunya berlaku juga untuk produk-produk plastik lainnya selain tas belanja. Apabila kemasan plastik yang digunakan dapat dipakai ulang, tentunya hal ini akan berdampak pada berkurangnya pelepasan emisi karbon ke atmosfer. 

Paperless

Seperti halnya tas plastik, proses pembuatan kertas membutuhkan mesin-mesin yang bekerja dengan BBM sehingga akan menimbulkan gas buang berupa emisi karbon. Mengurangi penggunaan kertas atau bahkan menghilangkannya sama sekali (paperless) dapat membantu mengurangi emisi karbon yang dihasilkan dari mesin-mesin industri tersebut. Teknologi digital yang ada pada saat ini dapat membantu untuk mengurangi atau bahkan meniadakan penggunaan kertas di lingkungan kerja Anda. 

Masih banyak lagi cara untuk membantu mengurangi kadar gas rumah kaca sampai pada taraf yang aman untuk kehidupan. Dalam kadar yang pas, gas rumah kaca sangat membantu dalam kelangsungan kehidupan di muka Bumi ini. Dalam kadar yang berlebih, gas rumah kaca justru akan memusnahkan kehidupan. Tugas kita adalah untuk menjaga keseimbangan kadar gas rumah kaca tersebut sehingga dapat bermanfaat untuk kelangsungan kehidupan dan bukan memusnahkan kehidupan.

Sumber: 

(Sekian)


Postingan Terbaru


Komentar

Rekomendasi