Kunci Jawaban TTS Asah Otakmu Indoesia Kunci Jawaban Tatarucingan Sunda Kunci Jawaban Tebak Siapakah Aku Kunci Jawaban Tebak Gambar Komplit (Jams Studio) Kunci Jawaban Tebak-tebakan 2020 - Tebak Kata (Jams Studio) Kunci Jawaban Asah Otak Tebak Siapa Aku (KeySurya)
Kunci Jawaban TTS Asah Otakmu Indoesia Kunci Jawaban Tatarucingan Sunda Kunci Jawaban Tebak Siapakah Aku Kunci Jawaban Tebak Gambar Komplit (Jams Studio) Kunci Jawaban Tebak-tebakan 2020 - Tebak Kata (Jams Studio) Kunci Jawaban Asah Otak Tebak Siapa Aku (KeySurya)

Tips Parenting: Mengurangi Pengaruh Buruk Televisi bagi Perkembangan Anak

Berapa jam dalam sehari Anak Anda menonton televisi? Apa yang ditonton oleh Anak Anda? Apakah Anda mendampingi Anak Anda ketika mereka menonton televisi? Ataukah Anda justru menggunakan televisi sebagai alat untuk terhindar dari gangguan anak-anak sehingga Anda dapat menyelesaikan pekerjaan lainnya?


Menonton televisi tidak sepenuhnya buruk untuk perkembangan Anak-anak. Beberapa tontonan di televisi dapat membantu Anak-anak untuk belajar dan membuka wawasan baru tentang lingkungan sekitarnya. Walaupun tontonannya sudah bermanfaat, Anda wajib untuk membatasi durasi menonton televisi. Doronglah Anak-anak untuk lebih banyak melakukan aktivitas lainnya seperti membaca, menulis, menggambar/mewarnai, berolahraga, menyanyi, dan bersosialisasi dengan teman-temanya.

Baca Juga: Anak Anda Sulit Makan?

Lalu apa dampak negatif dari menonton tontonan yang tidak mendidik dan tidak membatasi durasi dalam menonton televisi?

Menghambat Kemampuan Berkomunikasi Verbal
Terlalu banyak menonton televisi akan mengganggu perkembangan kemampuan komunikasi verbal Anak Anda. Hal ini berlaku baik untuk anak yang sudah dapat berbicara maupun (lebih buruk lagi akibatnya) pada anak yang belum dapat berbicara. Menonton televisi membatasi interaksi verbal yang sangat diperlukan untuk kelancaran kemampuan berkomunikasi anak-anak.

Walaupun tontonan yang diberikan cukup mendidik, Anda tetap harus membatasi durasi tontonan agar anak-anak lebih banyak melakukan interaksi riil secara verbal dengan orang-orang di sekitarnya. Dengan demikian, memastikan jenis tontonan saja tidak cukup. Anda harus membatasi juga durasi menonton televisi.

Baca Juga: Tips  Berkendara secara Aman

Saya pribadi hanya memperbolehkan anak-anak menonton televisi selama 30 menit atau paling lama 1 jam dalam satu kali kesempatan. Sesudah itu, anak-anak akan saya dorong untuk melakukan aktivitas lain yang lebih baik. Apabila Anak masih ingin menonton televisi, saya biasanya mengijinkan 1-2 kali tayangan lagi pada akhir minggu dengan durasi maksimum 30 menit untuk setiap tayangan. Selain itu ada jeda yang cukup lama antara tayangan satu dan tayangan lainnya.

Untuk Anda yang baru mencoba membatasi durasi, Anda boleh mencoba dari frekuensi menonton yang lebih banyak, tetapi dengan durasi 30-60 menit untuk setiap tayangan dan jeda yang cukup lama di antaranya. Secara bertahap, kurangilah frekuensi tersebut hingga 1-2 tayangan saja per hari.

Baca Juga: Membasmi Nyamuk Penyebar Virus Zika

Memicu Perangai Buruk
Anak adalah peniru yang ulung. Bukan saja perilaku orang di sekitarnya yang akan ditiru tetapi juga perilaku tokoh yang ada di televisi. Anak-anak belum mampu membedakan apa yang ada di televisi dan realita dunia nyata; sehingga mereka cenderung meniru apa saja termasuk adegan kekerasan yang dipertontonkan oleh tokoh pahlawan (yang baik) dalam film yang ditonton. Ya, bahkan pahlawan harus melakukan tindakan kekerasan untuk mengalahkan yang jahat bukan? Sayangnya, anak-anak belum mengerti mengenai pesan sesungguhnya yang hendak disampaikan melalui film tersebut (mengenai kebaikan yang mengalahkan kejahatan), tetapi cenderung akan mengingat aksi-aksi laga yang dipertontokan oleh sang pahlawan.

Jauhkan anak-anak balita dari tontonan semacam ini. Sangat sulit untuk bisa menjelaskan dengan baik mengenai makna cerita sesungguhnya tanpa terdistorsi adegan kekerasan yang tampak di layar. Pada anak-anak yang lebih besar, dampingilah mereka ketika menonton televisi. Jelaskan pesan apa yang ingin disampaikan melalui film tersebut. Mintalah mereka untuk menyimpulkan dan memaknai sendiri film yang mereka tonton. Jangan lupa juga untuk menekankan bahwa tidak semua hal yang terjadi di film terjadi di dunia nyata.

Untuk itu, Anda tentunya harus rela meluangkan waktu menemani anak-anak menonton film yang mungkin sangat membosankan untuk Anda!

sumber: www.telegraph.co.uk
Menghambat Perkembangan Fisik dan Memicu Gangguan Kesehatan
Menonton televisi akan mengurangi aktivitas fisik anak-anak yang diperlukan untuk perkembangan tubuhnya, terutama tulang dan otot-otot. Hal ini semakin diperparah dengan kebiasaan sampingan yang tidak kalah buruknya yaitu ngemil selama menonton televisi. Berapa banyak makanan tidak sehat yang disantap selama menonton televisi? Makanan yang sehat sekalipun akan cenderung dikonsumsi secara berlebih ketika anak-anak asyik menonton televisi.

Baca Juga: Wisata ke Taman Bunga Wiladatika Cibubur

Hal tersebut akan memicu kegemukan dan gangguan kesehatan lainnya, yang biasanya baru mulai dialami pada usia 40 tahun. Relakah Anda merusak masa depan anak-anak dengan merusak kesehatannya sejak dini?

Lagi-lagi, batasilah durasi menonton televisi. Matikan televisi apabila sudah melalui durasi yang ditentukan (sebaiknya tidak lebih dari satu jam). Minta anak-anak melakukan aktivitas fisik sesudahnya seperti bersepeda, menari, atau sekedar berjalan-jalan di taman. Pilihlah cemilan yang sehat seperti buah-buahan dan batasi jumlahnya.

Postingan Terbaru


Komentar

Rekomendasi